I Think I’m Gonna Change My Style
Indonesia July 24th, 2008
Baca resensi yang kemarin-kemarin kok aku serius amat ya. Berubah ah!
Baca resensi yang kemarin-kemarin kok aku serius amat ya. Berubah ah!
Rating: 




Judul: Milyang (Secret Sunshine)
Pemain: Jeon Do-yeon, Song Kang-ho
Sutradara: Lee Chang-dong
Skenario:Lee Chang-dong
Original : Yi Chong-jun (Novel)
Negara: Korea Selatan
Tahun: 2007
Durasi: 142 Menit
Genre: Drama
For unhappy person, God’s love is crucial.
Dalam masyarakat modern, eksistensi Tuhan dengan takdirnya versus kehendak bebas tidak pernah berhenti bertarung. Terutama ketika masalah, musibah, atau bencana menghampiri. Tarik menarik antara takdir sebagai bentuk penerimaan atau pelarian begitu kuat.
Demikian pula yang dialami Shin-Ae (Do-yeon) ibu tunggal dari Jun. Setelah suaminya meninggal karena kecelakaan, ia memutuskan untuk tinggal di kampung halaman suaminya, Milyang. Di kota kecil itu, Shin-Ae membuka kursus piano. Ia dibantu oleh Kim Jong Chang (dimainkan dengan sangat baik oleh Song Kang-ho), seorang bujang lapuk petugas kepolisian. Jo Chang membantu mencarikan tempat tinggal, promosi, dan mengikuti apa pun kegiatan Shin-Ae.
Di Milyang, Shin-Ae hidup damai bersama tetangga-tetangganya. Ia bahkan berencana
membeli tanah untuk berinvestasi. Shin-Ae tidak sadar, kabar pembelian tanah ini akan membuat hidupnya jungkir balik. Suatu malam sepulang dari karaoke bersama tetangga-tetangganya, Ia ditelepon seseorang yang menculik Jun. Penculik minta tebusan karena mengira Shin-Ae memiliki banyak uang.
Jun akhirnya ditemukan tewas di tepi sungai. Shin-Ae begitu terpukul. Ketika emosinya tengah meledak, ia teringat undangan gereja yang diberikan tetangganya meski saat diberikan, Shin-Ae hanya tertawa dan mengatakan tidak percaya pada Tuhan. Shin-Ae masuk ke gereja. Di dalam, ia menjerit menumpahkan perasaan sementara tangan pendeta mengelus kepalanya.
Rasanya seperti jatuh cinta.
Begitu kata Shin-Ae sesudahnya. Ia menjadi sangat religius. Percaya pada takdir, pada kasih Tuhan. Ia aktif di kegiatan gereja, bernyanyi memuji Tuhan di jalan raya, atau mengajak tetangganya untuk ke gereja. Puncaknya, Ia memutuskan untuk mendatangi penjara dan memaafkan penculik dan pembunuh anaknya.
Dengan niat yang lembut dan sebuket bunga, ia berhadapan dengan penculik yang dulunya guru TK Jun. Ketika Shin-Ae mengatakan dia datang untuk menyebar Cinta Tuhan, Shin-Ae mendapatkan kejutan yang tak terduga. Sang penculik telah mendapatkan hidayah dan yakin bahwa Tuhan telah mengampuni dirinya. Katanya ia telah menangisi dosa-dosanya dan Tuhan memberinya kedamaian.
Shin-Ae terguncang. Ia yang baru percaya pada kekuatan Kasih Tuhan merasa dikhianati-NYA. Bagaimana mungkin Tuhan mengampuni penjahat itu sebelum dirinya mengampuninya. Ia marah dan bertekad untuk tidak pernah kalah dari Tuhan.
Do Yeon bermain luar biasa bagus, lebih bagus dari aktingnya di You Are My Sunshine.
Kita bisa melihat betapa terlukanya Shin-Ae ketika Jun tewas. Punggungnya, matanya, senyumnya, berjalannya, semuanya menyiratkan kesedihan dan kemarahan. Tidak heran ia diganjar award sebagai Aktris terbaik Cannes 2007 untuk film ini.
Meski sentral film ini ada pada karakter Shin-Ae, Song Kang-ho juga bermain sangat bagus. Karakter yang diperankannya berbeda jauh semisal di The Host, Symphaty for
Mr. Vengeance, atau Show Must Go On. Peran bujak lapuk dari kampung sempurna dimainkan. Rasa cinta Jong Chang pada Shin-Ae seperti tidak penting padahal besar. Kepolosan dan ketulusan Jo-Chang begitu terasa oleh penonton. Seperti bayang-bayang yang setia mengikuti.
Sutradara film ini, Lee Chang-dong adalah mantan menteri kebudayaan dan pariwisata Korea Selatan. Katanya film-film yang dia buat semuanya outstanding. Sayang, saya belum lihat semuanya seperti Oasis dan Peppermint Candy.
Rating: 




Judul: Sweeney Todd, The Demon Barber of Fleet Street
Pemain: Johnny Depp, Helena Bonham Carter, Alan Rickman
Sutradara: Tim Burton
Skenario: John Logan
Negara: Amerika
Tahun: 2007
Durasi: 116 menit
Genre: Drama Musikal
Benjamin Barker (Depp) adalah seorang tukang cukur terkenal di Fleet Street, punya isteri yang cantik dan puteri yang lucu. Hakim Tupin (Alan Rickman) yang terkenal lalim jatuh cinta pada sang isteri. Ia memerintahkan Barker ditangkap dan diasingkan dengan tuduhan palsu.
Barker kembali ke London dengan nama Sweeney Todd. Ia berencana membalas dendam. Todd menemukan tempat membuka salon di atas toko meatpie Nona Lovett (Bonham Carter). Dari Lovett pula, Todd mengetahui bahwa isterinya mati mempertahankan harga dirinya dan puterinya Joanna kini dipelihara sang hakim.
Dengan bantuan Lovett ia berhasil menarik pelanggan. Sementara kehadiran Todd membuat toko pie Lovett laku keras. Rahasianya: daging manusia yang disayat pisau cukur Todd masuk ke tungku pengolahan pie Lovett.
Akankah dendam itu terbalaskan? Dan siapa demon of fleet street sesungguhnya? Film ini membawa pesan moral bahwa dendam tidak menuntaskan apa pun malah bisa membuat luka baru.
Sekali lagi Tim Burton dan Johnny Depp bekerja sama. Tiap-tiap kali menghasilkan film yang cenderung gelap dan eksentrik (atau aneh?). Dengan nuansa hitam putih, Sweeney Todd menjadi film musikal yang suram. Pengambilan gambar seperti dalam game, kamera mengikuti gerak pemain.
Depp bermain bagus. Tatapan mata Todd begitu tajam. Mata yang mengandung amarah sekaligus kesepian. Untuk itu ia berhasil membawa pulang Golden Globe 2008 sebagai aktor musikal/komedi terbaik sekaligus masuk nominasi OSCAR 2008 untuk aktor terbaik.
Sejujurnya saya tidak rela Depp bermain film sekasar dan sebrutal ini. Melihatnya menyayat leher pelanggan dengan darah muncrat kemana-kemana, membuat saya mual.